Kamis, 26 Juni 2014

Filled Under:

Manusia Dan Harapan


A.    Pengertian Harapan
Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang. Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud. Namun ada kalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha. Namun harapan dan cita-cita mempunyai kesamaan yaitu :
·         Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud
·         Pada umumnya baik cita-cita maupun harapan seseorang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat
Kalimat lain "harapan palsu" adalah kondisi dimana harapan dianggap tidak memiliki dasar kuat atau berdasarkan khayalan serta kesempatan harapan tersebut menjadi nyata sangatlah kecil.

B.     Sebab Manusia mempunyai Harapan
Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam din manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, bcrkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan sebagainya.
Kodrat juga terdapat pada binatang dan tumbuh-tumbuhan, Yang mirip dengan kodrat manusia ialah kodrat binatang, walau bagaimanapun juga besar sekali perbedaannya. Perbedaan antara kedua mahluk itu, ialah bahwa manusia memiliki budi dan kehendak. Budi ialah akal, kemampuan untuk memilih. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan, sebab bila orang akan memilih, ia harus mengetahui lebih dahulu barang yang dipilihnya, dengan akalnya manusia bias membedakan antara hal yang baik dan yang buruk, yang boleh dilakukan dengan hal yang tidak boleh dilakukan, hal yang positif maupun hal negative, dan sebagainya.
Dorongan kebutuhan hidup
Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besamya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain.
Hal ini disebabkan, kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisik/jasmaniah maupun kemampuan berpikimya. Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan.
Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya. Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan
manusia itu ialah :

a) kelangsungan hidup (survival)
b) keamanan ( safety )
c) hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d) diakui lingkungan (status)
e) perwujudan cita-cita (self actualization)          

C.     Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran.
Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai kebenaran. Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar -- atau, keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran.


D.    Berbagai Kepercayaan dan Usaha Untuk Meningkatkan kepercayaannya
. 1.      Kepercayaan kepada diri sendiri
Ini ditanamkan pada diri manusia yang memang harus di teguhkan di hati. Percaya terhadap diri sendiri menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang di serahkan atau di percayakan kepadanya.

2.      Kepercayaan kepada orang lain
Ini merupakan kepercayaan terhadap orang di sekitar kita. Kepercayaan kepada orang lain tentu saja percaya kepada kata hatinya, perbuatan yang sesuai kepada kata hati,ataupun terhadap kebenaranya.

3.      Kepercayaan kepada pemerintah
Pandangan demokratis adalah Kedaulatan dari rakyat,
Hanya Negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, kedaulatan mutlak Negara yang diebut Negara totaliter. Satu-satunya yang mempunyai hak ialah Negara.

4.      Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan amat penting karena merupakan tali penghubung yang mengalirkan daya kekuatannya. Kepercayaan kepada Tuhan sangatlah penting karena menghubungkan tali kuat Tuhan menolong umatnya. Jika manusia berusaha agar mendapat pertolongan dari Tuhan, manusia harus percaya kepada Tuhan sebab Tuhanlah yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta berserta isinya merupakan koneksinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan perhujudan kepada zat tersebut

            Usaha untuk meningkatkan kepercayaannya diantaranya :
• Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
• Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
• Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka    menolong, dermawan, dan sebagainya.
• mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
• menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya.


Kesimpulan :
Setiap seseorang haruslah mempunyai harapan dalam hidupnya untuk menjadi lebih baik. Di dalam harapan itu pasti juga terdapat sebuah alasan dan sebab adanya harapan itu. untuk mewujudkan harapan itu juga diperlukan usaha dan do'a. usaha itu memang sulit tetapi bukan berarti tidak mungkin :)


||Referensi : Ilmu Budaya Dasar BAB 11
http://id.wikipedia.org/wiki/Harapan
 








0 komentar:

Posting Komentar