Jika kalian mengunjungi wisata di
Tuban anda pasti mendengar budaya Sandur yang dilakukan sebagai ungkapan rasa
syukur Terhadap Tuhan yang Maha Esa serta merupakan perjalanan hidup manusia.
Bersamaan dengan perjalanan budaya masyarakat Tuban , ide permainan mengkristal
menjadi sebuah bentuk pertunjukandan melibatkan unsur ritual magic. Meski
bentuk ungkapan sandur ini sangat bersahaja , namun isi tema pertunjukan sarat
dengan falsafah kehidupan, moral, dan pendidikan, serta kritik sosial.
Sayangnya pertunjukan budaya sandur ini tidak setiap hari bisa anda saksikan
hanya dalam bulan bulan tertentu diadakan pertunjukan tayub.
Seni pertunjukan langen tayub merupakan seni tradisional yang melekat di masyarakat tuban dan juga merupakan seni pergaulan yang diadakan sebagai ungkapan rasa syukur. pertama di saat padi sedang berisi disebut koleman dan yang kedua setelah panen. Warga setempat menyebut manganan yang dipusatkan di Sumur Wali sebutan tempat keramat Desa Sugihan. Tradisi ini sudah turun temurun sejak lama, karena diyakini apabila ditinggalkan akan terjadi musibah dan bencana bagi masyarakat Sugihan.
Disamping pada saat momen-momen tertentu seperti sedekah
bumi, kesenian Langen Tayub juga sering diadakan dalam rangka hajatan sunatan
atau pernikahan. Untuk setiap satu pertunjukan tarif untuk satu sindir
(waranggono) dengan yang lainya tidak sama, tarif pewaranggono tergantung
senioritas dan ketenaran waranggono itu sendiri.
Bagi yang penasaran yuk datang ke kota Tuban, di sana banyak Wisata dan kebudayaan yang unik dan menarik. :)
Salam Ronggolawe :)


0 komentar:
Posting Komentar