Softskill Teori Organisasi Umum 2
Disusun Oleh
: 2KA23
1.
Dini Ayu Citra Belia
2.
Kun Siddiq
3.
Nurhafizah Israini
4.
Pieter Gusti Pratama
5.
Wahyu Fahmi Aziz
DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi adalah sebuah susunan
atau pola dimana pekerjaan itu dibagi-bagi atau dikelompokan secara formal.
Yang bertujuan agar menetapkan pola hubungan antara beberapa komponen sehingga
mencapai sasaran atau hasil yang efektif.
Berikut adalah ketiga dimensi struktur
organisasi :
1. Kompleks
Mempertimbangkan tingkatan diferensiasi yang
ada dalam organisasi termasuk didalamnya tingkat spesialisasi atau tingkat
pembagian kerja, jumlah tingkatan didalam hirarki organisasi serta tingkat
sejauh mana unit-unit organisasi tersebar secara geografis.
2. Formalisasi
Yaitu sejauh mana organisasi menyandarkan
dirinya pada oeraturan dan prosedur untuk mengatur perilaku dari pada
pegawainya.
3. Sentralisasi
Dimana sebuah tingkatan pengambilan keputusan
dikonsentrasikan hanya pada satu titik tunggal didalam organisasi.
Elemen-elemen struktur organisasi :
Ø Spesialisasi pekerjaan,
Ø Departemenentalisasi,
Ø Rantai komando,
Ø Rentang kendali,
Ø Sentralisasi dan Desentralisasi,
Ø Formalisasi.
DEPARTEMENTALISASI
Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
1. Fungsi
Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
1. Fungsi
2. Produk atau jasa
3. Wilayah
4. Langganan
5. Proses atau peralatan
6. Waktu
7. Pelayanan
8. Alpa – numeral
9. Proyek atau matriks
·
Departementalisasi
Fungsional
Departentalisasi fungsional
mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk
membentuk suatu satuan organisasi. kebaikan utama pendekatan fungsional adalah
bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- funsi utama,
menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan
memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi. Selain itu pendekatan
fungsional mempunyai berbagi kelemahan. Struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi,
menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada
kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih
sempit serta kurang inofatif.
·
Departementalisasi
Divisional
Organisasi Divisional dapat
mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis),
langganan, dan proses atau peralatan.
Kebaikan-kebaikan struktur organisasi divisional dapat diperinci sebagai berikut :
Kebaikan-kebaikan struktur organisasi divisional dapat diperinci sebagai berikut :
1. Meletakkan koordinasi dan
wewenang yang diperlukan pada tingkat yang sesuai bagi pemberian tanggapan yang
cepat.
2. Menempatkan pengembangan
dan implementasi strategi dekat dengan lingkungan divisi yang khas.
3. Tempat latihan yang baik
bagi para manager strategik.
Kelemahah-kelemahan sturktur
divisional secara lebih terperinci :
1. Masalah duplikasi sumberdaya dan peralatan yang tidak perlu.
2. Dapat menimbulkan tidak konsistennya kebijakan antara divisi-divisi
1. Masalah duplikasi sumberdaya dan peralatan yang tidak perlu.
2. Dapat menimbulkan tidak konsistennya kebijakan antara divisi-divisi
Pembagian departemen atau unit pada
struktur organisasi dapat dibagi menjadi 3 (tiga) macam :
1. Departementalisasi Menurut Fungsi
Pada pembagian ini orang yang memiliki fungsi
yang terikat dikelompokkan menjadi satu. Umum terjadi pada organisasi kecil
dengan sumber daya terbatas dengan produksi lini produk yang tidak banyak.
Biasanya dibagi dalam bagian keuangan, pemasaran, umum, produksi, dan lain
sebagainya.
2. Departementalisasi Menurut Produk / Pasar
Pada jenis departementalisasi ini orang-orang
atau sumber daya yang ada dibagi ke dalam departementalisasi menurut fungsi
serta dibagi juga ke dalam tiap-tiap lini produk, wilayah geografis, menurut
jenis konsumen, dan lain sebagainya.
3. Departementalisasi Organisasi Matrix /
Matriks
Bentut organisasi matriks marupakan gabungan
dari departementalisasi menurut fungsional dan departementalisasi menurut
proyek. Seorang pegawai dapat memiliki dua posisi baik secara fungsi maupun
proyek sehingga otomatis akan memiliki dua atasan / komando ganda. Proyek
biasanya diadakan secara tidak menentu dan sifatnya tidak tetap.
Model-model Desain Organisasi
·
Model desain struktur organisasi
Ada dua model ekstrem dari desain organisasi
:
1. Model mekanistis,
yaitu sebuah struktur yang dicirikan oleh departementalisasi yang luas,
formalisasi yang tinggi, jaringan informasi yang terbatas, dan sentralisasi.
2. Model organik,
yaitu sebuah struktur yang rata, menggunakan tim lintas hierarki dan lintas
fungsi, memiliki formalisasi yang rendah, memiliki jaringan informasi yang
komprehensif, dan mengandalkan pengambilan keputusan secara partisipatif.
Berikut
adalah gambar model desain organisasi
Faktor penentu struktur organisasi
1.
Strategi
2.
Ukuran organisasi
3.
Teknologi
4.
Lingkungan
Implikasi
Manajerial desain dan struktur organisasi
Implikasi
manajerial desan dan struktur organisasi sangatlah penting dalam
pengorganisasian karena dapat menghasilkan struktur atau susunan yang berkualitas
didalam suatu organisasi.

0 komentar:
Posting Komentar