Steve
Jobs merupakan salah satu orang yang sukses di dunia. Ia berhasil mendirikan
perusahaan yang bergerak di bidang teknologi yakni “Apple Inc”. Jobs lahir di
San Francisco, California, pada tanggal 24 Februari 1955 dan meninggal pada 5
Oktober 2011 di usia 56 tahun di Palo Alto, California, Amerika Serikat.
Steve
Jobs lahir dari ayah yang merupakan imigran Suriah yang bernama Abdulfattah
Jandali dan ibu yang bernama Joanne Carole Schieble (keturunan Jerman-Swis).
Meskipun telah menjadi orang yang suskses, semasa hidupnya Jobs belum pernah
bertemu dengan ayah biologisnya.
Ayah
steve Jobs merupakan seorang profesor politik dan sains dan saat ini menjadi
wakil presiden salah satu kasino tersibuk di Reno, Nevada. Ayah biologis Jobs,
Abdulfattah Jandali lahir dari seorang tuan tanah kaya raya pada tahun 1931 di
Homs, Suriah. Pada usia 18 tahun Jandali meninggalkan Suriah dan melanjutkan
studi ke Universitas Amerika di Beirut. Jandali menjelaskan bahwa Beirut adalah
kota dimana ia menghabiskan hari-hari terbaik dalam hidupnya.
Dalam
isu “Campus Gate”, sebuah majalah yang diterbitkan oleh Universitas Amerika di
Beirut, menampilkan Jandali sebagai salah satu aktivis nasionalisme Arab di
Beirut yang dengan cepat menonjol dan diangkat sebagai direktur majalah
“Al-Urwah Al Wuthka”, sebuah majalah yang merupakan simbol dari gerakan
nasionalis Arab.
Pada
tahun 1954 Beirut penuh dengan protes yang menuntut pengunduran diri presiden
Lebanon Bechara El Khoury. Dan akhirnya presiden Khuory mengundurkan diri dan
menjadi presiden Arab pertama yang mundur dibawah tekanan demonstrasi.
Jika
bukan karena situasi politik di Beirut yang tak kondusif kala itu, mungkin
Jandali akan tinggal di Lebanon menikah dan memiliki anak disana. Jandali
melakukan perjalanan ke Amerika Serikat pada tahun 1954, dan ia tinggal di New
York. Jandali menghabiskan satu tahun belajar di Universitas Kolombia dan
kemudian di Universitas Winconsin dimana ia menerima beasiswa yang memungkinkan
ia mendapatkan gelar master Ilmu Ekonomi & Politik dan Ph.D.
Ketika
Jandali belajar di Universitas Winconsin ia menjalin hubungan dengan wanita
keturunan Jerman-Swiss, Joanne Carol Schiebel. Ketika Joanne hamil, ayahnya
tidak mengizinkan ia untuk menikah dengan Jandali, yang meninggalkan Joanne
beberapa hari sebelumnya bayi itu lahir pada tahun 1956. Jandali pun tidak
pernah bertemu dengan putranya.
Kemudian
Joanne memutuskan agar banyinya untuk diadopsi oleh Paul dan Clara Jobs di San
Francisco. Namun, Joannne kehilangan jejak bayinya setelah keluargan Paul dan
Clara Jobs pindah berkali-kali. Beberapa bulan setelah bayinya diadopsi,
Jandali muncul kembali dalan kehidupan Joanne dan kemudian mereka menikah.
Setahun kemudian mereka memiliki seorang gadis yakni Mona. Tak lama kemudian ia
menghadapi masalah keuangan yang mendoronganya untuk melakukan perjalanan ke
Suriah dengan harapan ia bisa mendapatkan pekerjaan di bagian diplomatik.
Jandali
tak mampu memenuhi impian diplomatiknya sehingga ia bekerja sebagai direktu di
sebuah kilang minyak di Homs selama satu tahun. Selama ini, ia terspisah dari
istrinya dan kemudian mereka bercerai.
Pada
tahun 1962, Jandali kembali ke Amerika Serikat namun tidak menghubungi Joanne
yang telah menikah lagi dengan orang Amerika. Jandali mulai bekerja sebagai
asisten profesor di Universitas Michigan dan kemudian Universitas Nevada. Waktu
terus berlalu dan Jandali bergerak dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainya, ia
membeli sebuah restoran dan kemudian ia bekerja menjadi direktur di perusahaan-perusahaan
terkemuka dan lembaga di Las Vegas sebelum akhirnya kembali ke industri
restoran dimana ia membuka dua restoran di Reno sebelum bergabung dengan
Boomtown Casino and Hotel.
Jandali pernah menyebut nama ankanya Jobs dalam
sebuah wawancara dengan The Las Vegas Sun” pada Maret 2010. Ia juga mengatakan
bahwa dia telah meninggalkan putrinya (Mona) saat berusia lima tahun, karena
Jandali bercerai dengan istrinya dan ia kembali ke Suriah.


0 komentar:
Posting Komentar