Jumat, 18 Oktober 2013

Filled Under:

Pengaruh Pacaran Terhadap Prestasi

Secara umum, pengertian pacaran adalah hubungan pertemanan antar lawan jenis yang
diwarnai keintiman. Keduanya terlibat dalam perasaan cinta dan saling mengakui
pasangan sebagai pacar (Mulamawitri, 2003).
Pacaran, Siapa yang tidak tahu dengan istilah satu ini. Zaman  sekarang siswa SD pun sudah pintar memaknai istilah ini.
namun dalam hal ini mempengaruhi terhadap berbagai hal. Ada yang mengatakan bahwa pengaruh pacaran terhadap siswa memberi nilai positif, adapula yang mengatakan memberi nilai negative. Benarkah anggapan ini ??
                Memang ada sebagian orang yang tampak meningkat proses belajarnya saat menjalin hubungan berpacaran dengan orang yang dicintainya. Misalnya siswa yang menjalin hubungan dengan teman sekelasnya.

Ada siswa yang akan terpicu semangatnya karena merasa gengsi atau malu jika diketahui ternyata hasil belajarnya buruk. Maka dari itu semangatnya akan terpicu. Tapi apakah hal tersebut akan berlangsung lama atau bahkan selamanya ??
                ada yang bilang pacaran itu berisi tawa dan air mata. Berarti tidak selamanya pacaran membuat bahagia kan, tetapi suatu saat ia pasti akan menangis juga. Terlebih jika seseorang tersebut merasakan sakit hati atau telah d khianati, sudah pasti akan merasakan yang namanya dilemma, galau dan sebagainya J

                

PACARAN DAN BELAJAR


                Bagaimanapun orangtua menganggap bahwa pengaruh pacaran terhadap prestasi terhadap belajar anak-anak mereka akan memberi dampak buruk

                Hal ini karena sesorang yang sedang jatuh cinta akan memikirkan orang yang dicintainya dan jadi malas untuk belajar.
Bahkan tak jarang anak tidak mau melanjutkan studinya dan memilih menikah dengan orang yang dicintainya.
                Lebih buruknya lagi pacaran usia dini misalnya siswa SD, SMP dan SMA. Karena usia remaja adalah masa coba-coba, masa pencarian jati diri, sehingga sangat rawan utnuk terjerumus ke dalamk  pergaulan bebas.
                Mula-mula hubungan mereka hanya sebatas pacaran, selanjutnya karena termakan rayuan dan terlalu percaya dengan janji-janji palsu si pacar, sehingga terlibat pada seks bebas.
                Maka dari itu, tidak begitu besar manfaat yang terjadi jika anak-anak sekolah melakukan pacaran. Lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya,di sinilah pengaruh pacaran terhadap belajar kian menurun.
                Oleh karena itu, tak salah  bila guru menetapkan bahwa siapa yang ketahuan pacaran baik dengan teman satu sekolah atau beda sekolah, maka akan dipanggil orangtuanya. Tujuan sebenarnya adalah menyelamatkan anak-anak tersebut terhadap dampak buruk yang sering terjadi terlebih jika sampai melakukan hubungan seks.
Bukan saja diri yang rusak, tapi juga pendidikan mereka dan nama baik orang tua. Sekali lagi, tak ada pengaruh yang signifikan  terhadap belajar siswa.



Nah untuk para cewek  jangan mudah termakan rayuan oleh para cowok,. Pandai-pandailah untuk memilih pasangan..
dan untuk para cowok, kalau memang anda mencintai pasangan anda, jagalah dia jangan sampai anda menjerumuskan. Tunggu sampai halal dulu,.
Jangan bangga dengan harta orang tua atau bahkan muka pinjaman gratis dari Allah,.




Sekian,.
Semoga Bermanfaat J






Tugas Softskill




0 komentar:

Posting Komentar